Minggu, 04 Maret 2012

perencanaan penggunaan laboratorium fisika SMP dan SMA


Perencanaan kegiatan laboratorium adalah kegiatan awal yang strategis untuk menetapkan program kerja laboratorium berdasarkan analisis keadaan dan kebutuhan yang sudah teridentifikasi. Perencanaan kegiatan laboratorium hendaknya melibatkan semua personil dan guru yang terlibat dalam pengelolaan dan penyelenggaraan laboratorium. Semua personil dan guru yang terlibat dalam perencanaan kegiatan laboratorium hendaknya memahami betul program kerja yang direncanakan serta peran dan kewajibannya masing-masing. Beberapa hal penting dalam perencanaan kegiatan laboratorium adalah seperti yang akan dikemukakan berikut ini.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali setiap sebelum satu semester dan satu tahun ajaran baru
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus sesuai dan mendukung program kerja sekolah.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus didahului dengan evaluasi dan analisis keadaan serta peluang dan hambtan yang dimiliki laboratorium.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium dikembangkan berdasarkan hasil analisis keadaan pada semester berjalan atau yang lalu.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus menyebutkan secara eksplisit segala kebutuhan yang diperlukan untuk pelaksanaannya.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus mencantumkan secara eksplisit frekuensi dan jadwal kegiatan yang akan dilakukan.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus mencantumkan secara eksplisit wewenang, kewajiban dan tugas serta tanggung jawab setiap personalia dan guru yang terlibat dalam kegiatan laboratorium, jika perlu sampai kepada hak-hak yang dapat diperoleh oleh setiap individu tersebut.
Ø  Perencanaan kegiatan laboratorium harus disampaikan kepada pihak sekolah sebagai proposal kegiatan laboratorium untuk semester atau tahun ajaran yang akan datang.
Ø  Setelah proposal perencanaan kegiatan laboratorium itu disetujui oleh pihak sekolah, hendaknya segera diinformasikan kembali kepada semua pihak yang terlibat sebagai program kerja laboratorium yang resmi akan dilaksanakan.
Ø  Semua pihak yang terlibat hendaknya dapat mentaati dan malaksanakan segala yang sudah direncanakan secara maksimal.
Program kerja laboratorium IPA SMP dan fisika SMA yang realistic dan disusun sesuai dengan kondisi sekolah merupakan syarat utama untuk mencapai pengajaran laboratorium IPA SMP dan fisika SMA yang berorientasi kepada orientasi dan eksperimen untuk mencapai tujuan tersebut diatas, maka ada tahapan praktikum dilaboratorium,antara lain :
a)      Perencanaan/Persiapan
Perencanaan / Persiapan yang matang dan sesuai dengan kondisi sekolah sangat perlu disusun dengan baik,sehingga pelaksanaan praktikum di laboratorium tidak terlambat.Penyusunan perencacaan kegiatan labor disusun diawal tahun pelajaran.Yang diperlukan dalam praktikum, antara lain
Ø  menetapkan jadwal kegiatan laboratorium
Ø  menyusun program tahunan
Ø  menyusun program kebutuhan alat dan bahan
Ø  ceking alat dan bahan yang dibutuhkan
Ø  pembelian dan perbaikanalat / bahan
b)      pengorganisasian kegiatan dan pemberian tugas
Bertitik tolak pada hasil yang dicapai, perlu adanya keterlibatan seluruh personil laboratorium, untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan laboratorium IPA SMP  maupun Laboratorium Fisika SMA justru itu sangat diperlukan pengorganisasian dan pemberian tugas guru – guru Laboratorium IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA.
c)      pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
kegiatan belajar mengajar IPA ( biologi, kimia, dan fisika ) haruslah berorientasi pada kepada observasi dan eksperimen, maka hendaknya perlu adanya persiapan yang matang, sehingga diharapkan setiap siswa benar - benar aktif dan kreatif dalam pembelajaran laboratorium  IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA.Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam pelaksanaan dilaboratorium IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA antara lain :
Ø  mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan pada setiap pokok bahasanatau tatap muka .
Ø  uji coba cara kerja sesuai penuntun praktikum
Ø   melaksakan lab kepada siswa sebelum kegiatan dimulai
Ø  memberikan petunjuk kepada siswa sebelum kegiatan dimulai
Ø  menetapkan jumlah kelompok belajar siswa
Ø  melaksanakan kegiatan dengan serius, tenaga, tertib, dan aman
Ø  menyampaikan tata tertib kegiatan lab kepada siswa
Ø  melaksanakan diskusi kelompok dan diskusi kelas setiap selesai melaksanakankegiatan
Ø  menyususn laporan hasil diskusi
Ø  membersihkan, menyimpan/ menyusun, mengajar/ memelihara alat dan bahan lab IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA sebelum dan sesudah kegiatan
Ø   melaksanakan kegiatan K3 sebelum dan sesudah kegiatan lab
Ø   mengisi bahan- bahan administrasi labor sebelum dan sesudah kegiatan.
d)     Administrasi laboratorium IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA
Kelancaran pelaksanaan kegiatan laboratorium IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA sangat bertumpu pada teratur tidaknya administrasi lab dengan ketentuan administrasi itu maka kita dapat mengetahui kebutuhan yang diperlukan, persediaan yang ada terlaksana atau tidaknya kegiatan lab.
Adapun  masalah - masalah yang harus dipecahkan dalam administrasi laboaratorium antara lain:
ü  kelengkapan administrasi lab ini meliputi
ü  bahan penerimaan barang / alat
ü  bahan pembelian barang / alat
ü  bahan inventaris
ü  bahan persediaan ( bahan stok barang / alat )
ü  bahan kegiatan lab IPA ( bio, kimia, fisika )
ü  bahan permintaan alat / bahan
ü  bahanpemeliharaan dan perbaikan
ü  buku notulen rapat
ü  buku tamu pembinaan
Pengisian buku - buku administrasi ini dapat dilakukan guru dengan bantuan laboran.Sehingga seluruh kegiatan lab memperoleh data-data fisik yang dapat dipertanggung jawabankan.
Selain itu agar program kerja lab IPA SMP  maupun  Laboratorium Fisika SMA terlaksana dengan baik,maka perlu adanya pembagian tugas bagi guru dan laboran,misalkan:

1.      Dra. Mardiati ( lab IPA )

o   koordinator lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA
o   koordinator penyusunan program kerja lab IPA
o   koordinator penyusunan pembagian tugasd
o   supervisor pelaksanaan kegiatan lab IPA ( membuat laporan bulananfdan tahunan ) kepada kepala sekolah dan kantor dinas pendidikankota padange.
o   mengontrol, memonitor, dan mengawasi administrasi lab IPA
o   mengisi buku kegiatan lab setiap kegiatan belajar mengajar
o   mempersiapkan, mempergunakan, membersihkan dan menyimpanalat/ bahan selesai praktikum.
o   memelihara, mempersiapkan, dan perbaikan alat
o   membersihkan, menyusun, menyimpan, dan memelihara alat- alat lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA
o   memelihara dan menjaga K3

2.      Nida Usni ( laboran )

Laboran mempunyai tugas yang sangat penting dalam kegiatan lab.Dengan laboran kita dapat mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan dengan lancer.Tugas laboran itu sendiri baik antara lain:
o   mempersiapkan alat/ bahan yang diperlukan setiap kegiatan
o   mengisi buku kegiatan sebelum dan sesudah kegiatan
o   membersihkan ruangan, alat- alat dan menyimpan dengan susunanyang baik pada tempat yang ditetapkan
o   mengklasifikasikan alat / bahan yang disimpan ( menghindarikecelakaan dan kebakaran )
o   membantu guru dalam persiapan, pelaksanaaan kegiatan lab
o   membuat lap kegiatan lab
o   membuat lap kegiatan lab setiap bulan dan setiap tahun bersama guru

3.      Laporan

Laporan lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA merupakan penentu pengambilan tindak lanjut kegiatan mendatang.Dengan laporan yang akurat kita dapat mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan, memecahkan masalah yang timbul, serta langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan untuk masa mendatang.Laporan kegiatan lab ini dilakukan sekali sebulan kepada kepala sekolah dan sekali setahun kepada kantor dinas pendidikan kota padang yang disusun koordinator lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA bersama guru dan laboran.Laporan ini dapat dilakukan dalam bentuk matrik yang kegiatannya disesuaikan dengan rencana dan pelaksanaan program kerja lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA,urutan dari matrik tersebut adalah:

o   Nomor urut
o   Rencana kegiatan
o   pelaksanaan kegiatan
o   hasil12.
o   Masalah
o   pemecahan masalah

Tindak lanjutarsip laporan kegiatan laboratorium ini dapat dibuat dalam buku folio yangditandatangani setiap bulan oleh coordinator lab IPA SMP /Laboratorium Fisika SMA dan kepala sekolah untuk kelancaran dan keteraturan lab ini maka ditandatangani setiap minggu pertama setiap bulannya.




2.Pelaksanaan kegiatan laboratorium

Pelaksanaan kegiatan laboratorium merupakan bukti konkrit dari segala perencanaan kegiatan laboratorium yang telah dilakukan sebelumnya. Agar itu dapat dilaksanakan, maka pelaksanaan kegiatan laboratorium hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut ini.
Ø  Pelaksanaan kegiatan laboratorium tidak boleh menyimpang apalagi dengan sengaja disimpangkan dari perencanaannya, kecuali penyesuaian untuk hal-hal kecil yang tidak terperhitungkan pada saat perencanaannya.
Ø   Pelaksanaa kegiatan laboratorium harus sesuai dengan jadwal kegiatan laboratorium yang telah dibuat dan disepakati pada saat perencanaannya.
Ø  Setiap pelaksana kegiatan laboratorium harus sudah memahami betul dan mau melaksnakan kewajibannya sesuai dengan yang direncanakan.
Ø  Setiap pelaksana kegiatan laboratorium harus memenuhi tata tertib dan prosedur laboratorium yang berlaku dan disepakati.
Ø  Pelaksanaan kegiatan laboratorium harus tercatat datanya, misalnya dalam bentuk daftar hadir, daftar pemakaian laboratorium, daftar penggunaan alat-alat laboratorium, bahkan jika memang perlu dapat dibuat berita acara pelakasanaan kegiatan laboratorium.
3.Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium

Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium dilakukan untuk mengetahui keterlakasanaan ketercapaian tujuan kegiatan laboratorium yang telah direncanakan dan sedang dilaksanakan.
Ø  Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium diperlukan untuk mengontrol dan mengendalikan serta memotivasi kegiatan laboratorium yang sedang dilaksanakan dalam semeter atau tahun ajaran berjalan.
Ø  Evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai keterlakasanaan kegiatan laboratorium yang seharus dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya, kendala atau hambatan dan peluang pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan.
Ø  Data yang diperoleh dari evaluasi dan monitoring kegiatan laboratorium semester atau tahaun ajaran yang lalu dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk memeperhitungkan peluang dan kendala dalam meerencanakan kegiatan semester atau tahun ajaran yang akan datang.
Ø  Evaluasi kegiatan laboratorium dapat dilakukan berdasarkan data-data dari pelaksanaan kegiatan laboratorium seperti daftar hadir, dafdtar pemakaian laboratorium, daftar penggunaan alat-alat laboratorium, daftar peminjaman alat-alat, berita acara, dan sebagainya.

4.Pemeliharaan dan perawatan alat-alat laboratorium

Pengadaan dan atau pembelian alat-alat pengganti alat yang rusak dan alat-alat baru dapat ditekan seminimal mungkin dengan merawat dan memelihara alat-alat yang sudah dimiliki. Perawatan dan pemeliharaan alat-alat dimaksudkan untuk mempertahankan kualitas dan unjuk kerja alat-alat sehingga tidak menjadi rusak sebelum batas usia pakainya habis. Perawatan dan pemeliharaan alat-alat tidak berarti bahwa alat tidak boleh menjadi rusak. Beberapa kegiatan pemeliharaan dan perawatan alat-alat adalah seperti yang akan dikemukakan berikut ini.
Ø  Memeriksa kelengkapan asesories dan bagian-bagian alat yang mungkin tercecer, hilang dan atau rusak.
Ø   Mengganti bagian pelengkap atau asesoris yang hilang dengan pengganti yang spesifikasinya sama atau sekurang-kurangnya dapat dianggap sama.
Ø  Memperbaiki bagian pelengkap atau asesories yang rusak, jika kerusakannya masih dapat diperbaiki sendiri.
Ø  Membayar jasa tukang servis untuk memperbaiki kerusakan yang tidak dapat diperbaiki sendiri.
Ø   Membersihkan alat-alat dengan menggunakan alat-alat dan bahan-bahan pembersih yang tepat.
Ø  Memeriksa dan memperbaiki kembali (jika dapat) setelan dan unjuk kerja alat-alat.
Ø  Memeriksa skala nol alat-alat pengukur.
Ø  Mengkalibrasi kembali (jika dapat) skala alat ukur.
Ø  Memasukkan alat-alat yang tidak dapat dipakai lagi ke dalam daftar alat yang rusak dan dapat dinyatakan musnah.
5.Persiapan alat-alat laboratorium

Yang dimaksud dengan persiapan alat-alat laboratorium disini adalah kegiatan menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk kegiatan proses pembelajaran fisika seperti untuk praktikum dan demonstrasi. Persiapan alat-alat untuk proses pembelajaran meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut ini.
Pemilihan alat-alat laboratorium sesuai dengan jenis, jumlah dan spesifikasi yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran.
·         Memeriksa kelengkapan dan asesories dari setiap alat yang akan digunakan.
·         Melakukan perawatan dan pemeliharaan alat-alat laboratorium yang akan digunakan.
·         Melakukan perbaikan bila memang dibutuhkan dan dapat dilakukan.
·         Mengganti bagian yang tidak dapat diperbaiki dengan pengganti yang tepat.
·         Memeriksa unjuk kerja atau kinerja dari setiap alat yang akan digunakan.
·         Menguji coba setting alat-alat yang akan digunakan seperti pada percobaan atau demonstrasi yang sesungguhnya akan dilakukan.
·         Menganalisis data hasil uji coba sesuai dengan tujuan praktikum atau demonstrasi yang akan dilakukan.
·          Menyimpan alat-alat yang sudah diseting dan sudah diuji coba di tempat yang memudahkan penggunaannya.
·         Menggunakan alat-alat pada jadwal yang sudah ditentukan.

6.Pembuatan alat fisika sederhana

Sering kali laboratorium fisika sekolah atau sekolah tidak memiliki alat-alat yang dibutuhkan untuk menjelaskan konsep melalui kegiatan percobaan dan demonstrasi. Untuk membantu mangatasi hal itu, guru dapat memanfaatkan kreatifitasnya untuk membuat alat fisika sederhana.
·         Alat fisika sederhana adalah alat fisika yang dibuat (sedapat mungkin) dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar sekolah.
·         Alat-alat fisika sederhana itu dimaksudkan untuk mempermudah guru dan siswa untuk mengajarkan dan memahami konsep fisika baik melalui percobaan maupun demostrasi.
·         Membuat alat fisika sederhana dapat berarti menciptakan, meniru, atau memodifikasi
·         Menciptakan alat sederhana berarti membuat alat fisika sederhana yang belum pernah ada alat standar atau alat baku buatan pabriknya.
·         Meniru berarti membuat tiruan alat yang sudah ada dengan mengganti bahan-bahan pembuatanya dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar sekolah. Dalam hal meniru ini harus diperhatikan mengenai “hak cipta” alat yang ditiru, dan tujuan pembuatan tiruannya.
·         Memodifikasi berarti membuat berdasarkan kepada alat yang sudah ada dengan mengubah, menyederhanakan, atau menyempurnakannya, disesuaikan dengan maksud pembuatan modifikasinya.
7. Praktikum

Praktikum adalah kegiatan melakukan praktek percobaan atau eksperimen. Praktikum dapat dilakukan oleh siswa atau siapapun, secara individual ataupun berkelompok. Hendaknya disadari betul bahwa kegiatan praktikum bukan hanya sekedar untuk mengisi atau menghabiskan waktu. Kegiatan praktikum dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menumbuh kembangkan atau meningkatkan kompetensi-kompetensi tertentu pada diri para siswanya, seperti yang dikemukakan berikut ini.
·         Menumbuhkan dan meningkatkan rasa ingin tahu para siswa terhadap suatu gejala atau fenomena fisis.
·         Menumbuhkan dan meningkatkan rasa ingin menemukan sendiri mengenai keteraturan dari suatu gejala atau fenomena fisis.
·         Mengembangkan keterampilan siswa dalam mengamati dan mengambil data.
·         Mendidik dan membiasakan siswa untuk bekerja dengan sabar dan teliti.
·         Melatih siswa menganalisis data dan menyusun laporan.
·         Melatih siswa menggunakan metoda ilmiah dan mengembangkan sikap ilmiah
·         Melatih siswa untuk terbiasa meneliti.
Dengan mempertimbangkan manfat kegiatan praktikum seperti tersebut di atas, guru dapat merancang strategi dan metoda pembelajaran tertentu untuk materi tertentu yang di dalamnya terdapat kegiatan praktikum yang harus dilakukan oleh siswaBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan praktikum adalah seperti berikut ini.
·         Materi pokok pembelajaran memang benar-benar sesuai dengan atau bahkan memang memerlukan kegiatan praktikum.
·         Ketersediaan alat-alat  dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan praktikum. Jika tersedia di sekolah atau di laboratorium, itu memang yang seharusnya  Jika sekolah tidak sanggup menyediakannya, hati-hati jangan terlalu cepat memutuskan untuk membebankannya kepa siswa.
·         Penuntun percobaan, yang benar-benar sesuai dengan tujuan atau kompetensi yang harus dikembangkan. Penuntun percobaan yang jelas dan benar-benar menuntun siswa melakukan percobaan tidak harus selalu berbentuk “resep”. Penuntun percobaan sebaiknya sudah diterima dapat dipelajari siswa beberapa hari sebelum mereka melakukan percobaan
·         Lembar kerja siswa, yang benar-benar menggambarkan dan menuntut apa yang harus dilakukan oleh siswa sebelum, selama dan sesudah melakukan kegiatan praktikum. Harus dipertimbangkan dengan baik, misalnya, apakah tabel pengamatan harus disediakan dan tinggal diisi oleh siswa, atau keterampilan membuat tabel itu memang menjadi tuntutan proses pembelajaran.
·         Laporan praktikum yang benar-benar menggambarkan ketercapaian tujuan dan indicator pembelajaran yang ditetapkan.Dalam hal laporan ini harus dipikirkan bentuk laporan yang dituntut, apakah lisan atau tertulis, individual atau kelompok, harus disampaikan selama kegiatan praktikum atau segera setelah praktikum, atau beberapa hari setelah melakukan kegiatan praktikum.
·         Evaluasi dan penilaian, yang lebih menonjolkan aspek kinerja atau aspek psikomotoris siswa, namun tetap tidak melupakan unsure afektif dan kognitifnya. Dengan demikian evaluasi dan penilaian untuk proses pembelajaran yang mengandung kegiatan praktikum di dalamnya menjadi lebih banyak komponennya dibandingkan dengan proses pembelajaran klasikal biasa.
8.Demonstrasi

Pada umumnya, hampir semua materi fisika perlu diajarkan dengan terlebih dahulu menunjukkan gejala alam terjadi. Itu sesuai dengan sifat empiric dari fisika itu sendiri. Untuk menunjukkan gejala itu, baik gejala yang sesungguhnya ataupun analogi dari gejala yang sesungguhnya, diperlukan alat-alat dan bahan-bahan untuk melakukan percobaan. Jika alat-alat dan bahan-bahan itu tersedia secara lengkap dengan jumlah yang memadai di sekolah, maka mungkin kegiatan praktikum dapat merupakan pilihan yang terbaik. Tetapi seringkali, alat dimiliki hanya satu atau dalam jumlah yang terbatas, yang benar-benar harus dijaga keselamatannya, untuk keadaan ini maka demonstrasi mungkin akan menjadi pilihan yang terbaik. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam demonstrasi ini adalah seperti yang akan dikemukakan berikut ini.
·         Guru telah benar-benar mempelajari dan memahami manual alat, sering-sering dan jauh-jauh hari sebelum demonstrasi dilaksanakan, sehingga tidak akan terjadisalah pengoperasian alat-alat.
·         Guru telah benar-benar memerika dan menguji coba bahwa alat-alat yang akan didemonstrasikan dalam kondisi baik dan meyakinkan memiliki mekanisme dan unjuk kerja yang pasti dan sistematis.
·          Guru harus mampu menfokuskan perhatian siswa kepada bagian demonstrasi yang harus menjadi pusat perhatian siswa.
·         Sebaiknya guru melakukan sendiri atau menyuruh siswa melakukan demonstrasi dengan menggunakan skenario yang sudah diperhitungkan dan dipertimbangakan sebelumnya, tidak sembarang atau secara acak.
·         Lembar kerja siswa tetap harus dipertimbangkan, walaupun tidak harus adanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar